5 Negara dengan Kebrutalan Polisi Terburuk

Warga memprotes kebrutalan polisi AS.

Pasukan kepolisian pertama kali dibentuk oleh seorang Khalifah Muslim yang bernama Umar al-Khattab (RA). Kemudian dikenal sebagai 'ash-shurta' dan dipimpin oleh seorang Kepala Departemen layaknya Inspektur Tertinggi saat ini. Perannya adalah menjaga perdamaian.

Seiring berjalannya waktu, populasi yang terus bertambah dan dinamika masyarakat yang terus berubah, menuntut polisi untuk menjalankan lebih dari sekadar peran dasar mereka. Bahkan, kini polisi dituntut untuk dapat mengendalikan kebrutalan yang ada di masyarakat.

Tapi dalam menjalankan fungsinya tersebut, polisi di beberapa negara agaknya terlalu berlebihan. Mereka justru bertindak tak kalah brutal. Berikut lima negara dengan tingkat kebrutalan polisi tertinggi di dunia. 

5. Rusia
Pembunuhan dan kekerasan dalam tahanan polisi di Rusia begitu umum. Salah satu kasus terbaru yang paling terkenal menimpa drummer band tahun 1970an Sergei Pestov, yang ditangkap karena tuduhan kepemilikan obat terlarang. Istrinya harus mengidentifikasi tubuh tak bernyawa di keesokan harinya. Meskipun polisi mengklaim mereka telah membebaskan Sergei pada malam sebelumnya, tetapi aktivis hak asasi manusia berpikir sebaliknya.

4. Somalia
Kepolisian Somalia berada di negara bagian yang diliputi oleh perang sipil. Lebih dari 1000 petugas polisi terlatih Jerman dilaporkan lenyap dan diduga bergabung dengan milisi Islam pada 2009. Pasukan tersebut dibayar lebih rendah dan menggunakan tindakan ilegal untuk menambah pendapatannya. Mengamuk dan memaksa warga untuk memberikan suap sudah biasa terjadi di negara ini. Bahkan ada laporan, ada polisi yang melakukan kejahatan dan mendukung ketidakadilan sebagai imbalan dari suap yang mereka terima. Banyak upaya yang telah dilakukan untuk memperbaiki keadaan, namun sampai sekarang belum banyak yang berhasil.

3. Mesir
Hal ini pernah dikemukakan oleh seorang perwira CIA pada 2004 yang menyatakan, jika seorang pria ingin hilang dari planet ini, kirimkan ia ke Mesir. Menurut Pusat Nadeem, 600 penyiksaan lokal dilaporkan terjadi pada tahun 2005 bersamaan dengan 40 ribu penangkapan, 1265 hilang, dan 267 pembunuhan. Hal ini sebagian besar dilakukan untuk mendukung terjadinya kudeta militer atas bantuan Sissi.

2. Afrika Selatan
Jumlah orang yang dibunuh oleh polisi di Afrika Selatan meningkat setiap tahunnya. Pada 2016, ada 244 korban tewas dan 124 pemerkosaan oleh polisi berseragam. 145 kasus penyiksaan oleh polisi juga dilaporkan terjadi pada tahun yang sama.

1. Amerika Serikat
Jangan kaget, meski pasukan polisi Amerika Serikat diklaim menjadi yang terbaik di dunia, kepolisian di sana juga dianggap sebagai yang paling brutal, terutama setelah peristiwa 9/11. Sejak dimulainya perang melawan terorisme tersebut, polisi di sana diberi hak kebal terhadap hukum dan hak sipil orang (secara tidak konstitusional dalam beberapa kasus). Baru-baru ini, telah terjadi pembunuhan karena polisi 'meragukan' aktivitas kriminalnya. Orang-orang tidak bersalah dibunuh atau dihukum mati setelah diadili dengan alasan melawan terorisme. Kebanyakan pembunuhan melibatkan pria kulit hitam. 
5 Negara dengan Kebrutalan Polisi Terburuk 5 Negara dengan Kebrutalan Polisi Terburuk Reviewed by Cherry lalala on Desember 19, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.